Jumat, 19 April 2019

COMPLETING THE PROJECT (MENYELESAIKAN PROYEK)


COMPLETING THE PROJECT
(MENYELESAIKAN PROYEK)

PAPER



Disusun oleh :
Agus Yanto                             (160131601701)
Friska Fridiana Putri               (160131600483)
Nita Indah Syarul                    (160131600401)
Riski  Karina                           (160131600499)
Sri Wulandari                          (160131600416)








UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Februari 2019
BAB INI MELIPUTI:
·         Bagaimana menyelesaikan proyek yang memastikan hasil yang disampaikan lengkap, benar, dan dapat digunakan oleh pelanggan. Kegiatan yang dijelaskan dalam bab ini dilakukan pada akhir proyek. Namun, tugas-tugas yang dijelaskan membutuhkan waktu dan menghabiskan waktu dan karena itu mereka perlu dimasukkan dalam Rencana Proyek. Tugas-tugas dalam bab ini seringkali penting untuk sebuah proyek yang sukses, dan karena itu mereka perlu dibangun ke dalam rencana dan anggaran proyek.
POINT UTAMANYA ADALAH:
·         Proyek yang sukses berakhir dengan cara yang terkontrol, dengan manajer proyek memastikan semua jalan keluar yang jelas. Ini sering membutuhkan pengujian kiriman, dan memastikan pelanggan memahami cara menggunakannya.

CONTOH:
Misalkan Anda telah menjalankan proyek untuk menulis sepotong kecil perangkat lunak komputer untuk bisnis. Tim proyek yang terdiri dari lima orang telah mengerjakan ini selama enam minggu dan baru saja menyelesaikan penulisan perangkat lunak. Apakah proyek Anda selesai?
Masih ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, hanya karena Anda telah menulis perangkat lunak, itu tidak berarti itu berfungsi dengan baik, perangkat lunak harus diuji. Setelah diuji, Anda mungkin memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa itu berfungsi, tetapi apakah pelanggan Anda dapat menggunakannya? Biasanya Anda harus meluangkan waktu untuk menginstallnya ke komputer pelanggan Anda dan menunjukkan kepada mereka cara menggunakannya dan mungkin menjalankan beberapa pelatihan terstruktur dengan kata lain, perangkat lunak harus diimplementasikan. Setelah mengimplementasikan perangkat lunak, beberapa hari kemudian mereka mungkin memiliki beberapa pertanyaan tambahan atau mereka mungkin mengidentifikasi pelaksanaan yang tidak diambil oleh pengujian Anda. Jadi biasanya merupakan praktik yang baik untuk memberikan beberapa dukungan kepada pelanggan Anda untuk jangka waktu terbatas setelah kiriman telah diserahkan, untuk menjawab pertanyaan mereka dan memperbaiki kesalahan yang mereka temukan.
Sekarang Anda dapat mulai menutup proyek Anda. Tim proyek dapat 'dirilis', yaitu membiarkannya bekerja pada proyek lain untuk mengembangkan beberapa perangkat lunak lain. Tapi Anda mungkin tidak ingin semuanya pergi sekaligus. Mereka harus dilepaskan pada waktu yang berbeda, ketika bagian-bagian yang relevan dari proyek selesai. Juga, setiap uang yang belum Anda belanjakan dari Anggaran Proyek Anda perlu dikembalikan kepada pelanggan Anda.
Jika Anda tidak akan menjalankan proyek lagi, mungkin Anda bisa berhenti sekarang. Namun, jika Anda pikir Anda dapat menjalankan proyek di masa depan, perlu meninjau proyek pengembangan perangkat lunak ini secara keseluruhan apa yang Anda lakukan dengan sangat baik, dan apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik? Jika Anda tahu apa yang harus dilakukan dengan lebih baik dan apa yang dilakukan dengan baik, ketika Anda mulai mengembangkan perangkat lunak berikutnya, Anda harus melakukannya dengan lebih berhasil.
Jika proyek itu sukses dan pelanggan Anda senang dengan perangkat lunak yang Anda kembangkan, mungkin ada baiknya mengadakan perayaan kecil. Anda pantas mendapatkannya, setelah semua Anda menyelesaikan proyek!









BAB I
PENGANTAR UNTUK MENYELESAIKAN PROYEK
Rata-rata manajer proyek yang selalu diminati oleh pelanggan yaitu cara manajer dalam mengakhiri suatu proyek. Keberhasilan dalam menjalankan sebuah proyek bukan hanya tentang menghasilkan kiriman, tetapi tentang menghasilkan kiriman dan juga memberikannya kepada pelanggan dengan cara sebaik mungkin dan memastikan sebuah proyek tersbeut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Cara yang perlu diketahui untuk menyelesaikan batas waktu proyek bergantung pada sifat proyek dan hasil yang diberikan. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika mengakhiri suatu proyek sebagai berikut.
1.      Uji kiriman. Hal ini dilakukan dengan menguji hasil seperti perangkat komputer, sistem telepon baru, mesin baru dan sebagainya untuk memastikan apakah benda tersebut berfungsi dengan baik.
2.      Bantu pelanggan untuk menggunakan kiriman. Beberapa hasil perlu dijelaskan kepada orang-orang atau menerapkan dalam cara menggunakan hasil dari proyek tersebut.  jika dalam suatu proyek yang dikerjakan memiliki sistem komputer baru, pelanggan perlu dilatih hingga mengetahui sistem yang ada di dalamnya. Tata letak kantor baru mungkin perlu dijelaskan kepada staf yang pidahan di proyek yang telah dikerjakan tersebut. cara-cara kerja baru, seperti proses dan prosedur yang direvisi, mungkin mengharuskan kita bukan hanya melatih orang tersbeut tentang cara menggunakannya, namun juga untuk meyakinkan mereka bahwa proses-proses baru itu merupakan peningkatan. Jika proyek yang telah dibuat menghasilkan bisnis baru atau seperangkat aturan baru, kita perlu mendidik staf tentang kebijakan baru tersebut, selain itu mungkin bisa perlu menjelaskan implikasi peraturan atau kebijakan tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap semua aspek pekerjaan mereka. Mesin baru di pabrik akan mengharuskan operator dilatih. Apapun hasilnya kita harus mempertimbangkan bantuan apa yang mungkin diperlukan pengguna akhir dan pelanggan untuk mendapatkan manfaat penuh darinya.
3.      Mendukung pelanggan agar mereka terbiasa dengan kiriman tersebut, dan waktu yang singkat sampai mereka mengetahui apakah kiriman berfungsi dengan baik.
Beberapa hasil kerja memerlukan dukungan bahkan jika pelanggan telah dilatih cara menggunakannya.
Panduan langkah demi langkah dalam menyelesaikan proyek:
Uji hasil kerja
 Sebagai seorang manajer dari sebuah proyek sudah menjadi tanggungjawabnya untuk mengelola serta menghasilkan hasil kerja yang tepat dan memenuhi persyaratan yang telah disepakati. Dalam hal ini, sebagai seorang yang mengelola sebuah proyek perlu melakukan pengujian atas kiriman dengan memperhatikan dari jenis pengiriman tersebut. misalnya mengujian pada mobil baru berbeda dengan cara menguji perangkat lunak komputer atau bahkan dari cara menguji bangunan baru yang baru saja dibuat. Dengan demikian, setiap hasil kerja harus diuji sebelum kita benar-benar yakin bahwa kiriman tersebut memenuhi harapan kita.
Langkah 5.1 Menguji Kiriman
Terdapat beberapa perytanyaan umum yang perlu ditanyakan dalam menguji serangkaian kiriman yaitu.
1.      Apakah rangkaian pengiriman sudah lengkap?
2.      Apakah masing-masing berhasil/
3.      Apakah setiap hasil kerja berfungsi baik dan fitur yang ada di dalamnya seperti yang diharapkan?
4.      Apakah kiriman telah dibuat/dibangun sudah berada pada tingkat kualitas?
5.      Apakah ada kriteria atau proses penerimaan spesifik yang telah ditetapkan pelanggan dan apakah barang yang dikirim memenuhi kriteria?
6.      Ada 100 meja, kursi, PC, dan telepon terpasang
7.      Setiap kombinasi meja, PC dan telepon diatur sedemikian rupa dengan ruang yang cukup serta staf dapat menggunakannya dengan nyaman dan efektif.
8.      Meja makan memiliki pencahayaan dan powerpoint yang memadai
9.      Setiap PC dapat dihidupkan dengan baik dan menawarkan rentang perangkat lunak komputer yang benar
10.  Setiap telepon memiliki nada panggil saat diangkat dan dapat dipanggil pada nomor yang diharapkan.

Langkah 5.2 Implementasi Kiriman
Ada banyak cara untuk mengimplementasikan kiriman, dan itu tergantung pada jenis kiriman. Biasanya pertanyaan yang perlu Anda tanyakan untuk mengimplementasikan kiriman adalah:
         Apakah kebiasaan Anda siap untuk kiriman? Misalnya, jika Anda akan memasang seperangkat perabot baru di kantor, apakah kantor itu penuh dengan orang yang sibuk melakukan pekerjaan normal mereka yang tidak dapat diganggu saat ini?
         Apakah kiriman itu benar-benar baru atau apakah mereka menggantikan sesuatu yang sudah dimiliki pelanggan? Jika yang itu barang pengganti, bagaimana keadaannya. Untuk membantu mereka melakukan transisi dari apa yang mereka miliki saat ini ke apa yang telah di kembangkan? Pertimbangkan situasi di mana pengiriman dari proyek adalah cara penjualan baru untuk tenaga penjualan perusahaan yang menggambarkan cara baru untuk menjual produk baru yang telah dkembangkan. Bagaimana Anda akan memastikan bahwa tenaga penjualan mendapatkan cara baru, memahaminya, dan mengikutinya alih-alih manual penjualan yang ada?
         Apakah hasil perlu diintegrasikan atau dibuat untuk bekerja dengan hal lain? Siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan ini dan bagaimana hal itu dilakukan? Bayangkan situasi saat Anda mengirimkan mesin baru ke pabrik. Jika mesin ini bekerja sendiri, maka Anda hanya perlu menemukan ruang dan catu daya untuknya. Tetapi bagaimana jika mesin telah bekerja dengan mesin lain yang sudah ada: siapa yang akan menyatukan kedua mesin dan memeriksa apakah mereka bekerja dengan baik bersama?
         Apakah hasil kiriman perlu tindakan khusus untuk diterapkan? Apa ini dan siapa yang akan melakukan thcm? Beberapa dcliverables hanya bisa. diimplementasikan dengan cara khusus. Jika kiriman Anda adalah barang baru. perangkat lunak komputer, bagaimana cara menginstalnya ke komputer semua orang? Siapa yang akan melakukan ini?
         Apakah pelanggan Anda perlu dilatih? jika demikian, bagaimana pelatihan ini akan disediakan? Pertimbangkan sebuah proyek di mana Anda memberikan satu set instruksi kerja baru untuk staf di call center. Proyek telah mengembangkan instruksi, tetapi sekarang staf, yang harus mengikuti instruksi ini, harus memiliki instruksi yang dijelaskan kepada mereka, dan seseorang harus memastikan staf memahami instruksi sepenuhnya.
Langkah 5.3. Memberikan dukungan kepada pelanggan
Pelanggan mungkin masih belum memahami setiap fitur mereka. Pelanggan juga dapat menemukan masalah yang hanya muncul ketika pengiriman digunakan sehari-hari. Ini berarti anda mungkin perlu memberikan dukungan kepada pelanggan untuk waktu yang singkat setelah menyelesaikan proyek. Pertanyaan untuk diri sendiri:
·         Apakah pelanggan cenderung memiliki masalah dengan kiriman Anda setelah Anda menyerahkannya?
·         Bagaimana Anda mengatasi masalah ini?  
·         Bagaimana Anda tahu kapan periode dukungan ini selesai?
Mendukung pelanggan setelah menyelesaikan proyek adalah praktik yang baik, tetapi dapat mengambil risiko situasi di mana proyek tidak pernah berakhir. Untuk menghindari jebakan dari tidak terselesainya suatu proyek, sebaiknya diadakanya persetujuan diantara dua belah pihak kapan terselesaikannya suatu proyek tersebut, dan waktunya harus dimasukkan ke dalam Rencana Proyek.
Dalam memberikan dukungan Anda mungkin ingin memastikan:
·         Setiap anggota staf tahu yang mana mejanya.
·         Ada bantuan untuk menyusun kursi, meja dengan cara mereka sendiri.
·         Semua orang tahu nomor telepon dan kata sandi PC baru mereka namun ada seseorang yang bisa mereka tanya.
·         Semua orang tahu cara menggunakan PC dan telepon baru dan jika mereka memiliki masalah, ada seseorang yang dapat mereka tanyai dan membantu mereka mengatasi masalahnya.
Langkah 5.4. Lepaskan sumber daya manusia
1.      Anda yakin bahwa mereka telah menyelesaikan semua tugas yang diperlukan, tidak hanya mereka telah bekerja sampai tanggal tertentu yang ditentukan sesuai rencana. Bukan hanya tanggal yang harus dilewati, tetapi bahwa semua pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan telah selesai.
2.      Anda memiliki kepercayaan diri bahwa Anda tidak akan membutuhkan mereka untuk membantu Anda menguji dan mengimplementasikan kiriman, atau memberikan dukungan lebih lanjut kepada pelanggan.  
Sumber daya lain yang mungkin tersisa adalah uang. Tidak menghabiskan lebih dari anggaran awal Anda (termasuk kemungkinan). Dengan asumsi masih ada sedikit uang yang tersisa, Anda harus mengembalikannya kepada pelanggan Anda, atau setidaknya memberi tahu akuntan perusahaan bahwa semua itu berjalan untuk dibelanjakan telah dihabiskan.
Kunci Keberhasilan
Manajemen proyek adalah tugas langsung. untuk dapat mengelola proyek dengan baik. Seseorang memiliki pandangan status terkini. Anda perlu mengetahui secara akurat bagaimana proyek ini berkembang, masalah apa yang telah terjadi hari ini dan apakah mereka dapat dengan mudah diselesaikan atau tidak. Anda harus menjaga perasaan tentang apa yang dilakukan tim: apakah mereka menikmati pekerjaan dan merasa mudah, atau apakah mereka berjuang dan membutuhkan motivasi?
Satu-satunya cara Anda dapat mencapai ini adalah untuk tetap terlibat erat dalam pekerjaan. Beberapa manajer proyek mengambil pendekatan yang sangat mudah dan menghabiskan waktu mereka di kantor untuk meneliti Rencana Proyek atau memikirkan apa yang perlu terjadi selanjutnya. Ya, Anda perlu memastikan Anda memiliki rencana yang baik, dan ya, Anda perlu waktu untuk berpikir - tetapi pada akhirnya manajemen proyek yang sukses adalah tentang tindakan. Setiap tindakan paling efektif ketika diambil untuk melakukan ini pada proyek Anda harus terlibat dalam proyek dan menyadari apa yang sedang terjadi.
Langkah 5.5 Tinjau untuk waktu berikutnya
Apakah ini satu-satunya proyek yang akan Anda jalankan? Apakah ini satu-satunya proyek yang akan dijalankan dalam bisnis Anda? Biasanya jawaban untuk kedua pertanyaan ini adalah tidak. Jika demikian, ada baiknya meninjau proyek segera setelah selesai untuk memastikan Anda telah belajar pelajaran berharga. Jangan meninggalkan periode yang lama sebelum melakukan tinjauan ini karena Anda membutuhkan ingatan proyek agar segar dalam ingatan Anda.
Pertanyaan utama yang harus dijawab dalam melakukan tinjauan adalah:
·         Apa yang akan terus Anda lakukan? Apa yang berjalan dengan baik dan apa yang akan Anda lakukan lagi pada proyek Anda berikutnya?
·         Apa yang akan Anda berhenti lakukan? Apa yang berjalan buruk dan Anda akan melakukan yang berbeda pada proyek Anda berikutnya?
·         Apa yang akan Anda mulai lakukan? Apa yang tidak Anda lakukan pada proyek ini yang menurut Anda akan baik untuk dilakukan?
·         Adakah hal lain yang telah Anda pelajari yang layak diingat untuk waktu berikutnya?
Tinjauan ini harus melibatkan tim proyek - dan jika Anda bisa, pelanggan proyek juga.
Langkah 5.6 Perayaan!
Menyelesaikan proyek dengan sukses harus menjadi sesuatu yang Anda banggakan. Jika Anda telah mengikuti langkah-langkah dalam buku ini, Anda sekarang akan memahami bahwa prinsip-prinsip manajemen proyek benar-benar tidak rumit dan dalam beberapa hal hanya akal sehat yang diterapkan secara terstruktur. Namun mengelola proyek dengan baik adalah sesuatu yang banyak orang perjuangkan dan sering gagal. Jika Anda telah menyelesaikan proyek Anda dengan sukses, Anda dan tim proyek layak mendapat perayaan.
Kiat kunci
·         Pertimbangkan apakah hasil dari proyek Anda perlu diuji dan diimplementasikan, dan jika mereka melakukan bagaimana Anda akan melakukan ini.
·         Bersiaplah, jika perlu, untuk memberikan beberapa dukungan kepada pelanggan Anda untuk waktu yang singkat setelah kiriman telah dilaksanakan.
·         Kontrol pelepasan orang dari proyek.
·         Jangan lupa untuk merayakan kesuksesan Anda!
·         Bangun Rencana Proyek dan Anggaran Proyek Anda untuk memasukkan tugas-tugas yang diperlukan dalam bab ini.
·         Jika Anda terlambat, atau kekurangan anggaran, hindari godaan untuk melewati tugas-tugas ini.
HARUS DILAKUKAN SEKARANG
·    Tinjau Rencana Proyek Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah ada hal lain yang perlu Anda lakukan untuk memastikan pelanggan Anda benar-benar akan mendapat manfaat dari hasil proyek?
·    Pastikan Anda telah membangun semua tugas ini ke dalam Rencana Proyek dan Anggaran Proyek, dan Anda memiliki orang-orang di tim proyek yang dialokasikan untuk tugas-tugas ini.



KESIMPULAN
Ada banyak lagi tentang menjadi manajer proyek yang hebat, yang dapat memberikan proyek terbesar dan paling kompleks. Namun dalam sebagian besar situasi, apa yang ada dalam buku ini, jika diterapkan dengan baik, akan sangat meningkatkan peluang Anda untuk sukses. Referensi bahan di sini sesering yang Anda butuhkan.
Semakin banyak Anda berlatih, semakin baik keterampilan Anda sebagai manajer proyek. Dan pada akhirnya, manajemen proyek lebih praktis daripada subjek teoritis. Tinjau apa yang terjadi setelah setiap proyek dan belajar dari keberhasilan dan kesalahan Anda. Ketika Anda memiliki kesempatan, amati orang lain dan pelajari juga dari mereka.














BAB II
MEMBAWA PROYEK KE HASIL YANG SUKSES
Tujuan manajemen proyek untuk memperoleh penerimaan klien terhadap hasil proyek. Ini berarti bahwa klien setuju bahwa spesifikasi kualitas dari parameter proyek telah dipenuhi. Agar ini dapat berjalan dengan lancar, klien dan manajer proyek harus memiliki kantin kinerja yang terdokumentasi dengan baik dari awal proyek. Ini bukan untuk mengatakan bahwa tidak ada yang bisa berubah, tetapi ketika perubahan dilakukan, kontrak harus diubah untuk mendaftar perubahan spesifikasi bersama dengan perubahan yang dihasilkan dalam jadwal dan anggaran.
Kriteria objektif dan terukur selalu yang terbaik, sedangkan kriteria subyektif berisiko dan tunduk pada interpretasi. Seharusnya tidak ada ruang untuk keraguan atau ambiguitas, meskipun ini seringkali sulit untuk dicapai. Penting juga untuk jelas tentang apa yang diharapkan akan dicapai oleh hasil proyek. Misalnya, ketiga hasil ini dapat menghasilkan hasil yang sama sekali berbeda; produk proyek melakukan fungsi yang ditentukan; itu dibangun sesuai dengan desain yang disetujui; atau itu memecahkan masalah klien.
Proyek mungkin atau tidak mungkin selesai ketika hasilnya dikirim ke klien. Seringkali ada persyaratan dokumentasi seperti manual operasi, gambar lengkap, dan laporan akhir yang biasanya setelah pengiriman mungkin ada orang yang akan dilatih untuk mengoperasikan fasilitas atau produk baru, dan audit akhir adalah umum. Akhirnya, anggota tim proyek perlu ditugaskan kembali, kelebihan peralatan, bahan, dan persediaan yang dibuang serta fasilitas dibebaskan.
Langkah terakhir dari setiap proyek harus menjadi tinjauan evaluasi. Ini adalah melihat kembali proyek untuk melihat apa yang telah dipelajari yang akan berkontribusi pada keberhasilan proyek di masa depan. Tinjauan ini paling baik dilakukan oleh tim proyek inti dan biasanya dalam diskusi kelompok.


Daftar periksa penggabungan
1.    Proyek uji keluaran proyek untuk melihat apakah itu berfungsi.
2.    Manual operasi
3.    Gambar akhir yang lengkap
4.      Memberikan hasil proyek ke klien
5.      penulisanLatih personil klien untuk mengoperasikan hasil
6.      proyek Personel proyek Ressign
7.      Buang kelebihan peralatan, bahan, dan persediaan
8.      Fasilitas rilis
9.      Rangkumlah masalah-masalah utama yang dihadapi dan solusinya.
10.  Kemajuan teknologi yang didokumentasikan membuat
11.  rekomendasi Summarize untuk penelitian dan pengembangan di masa depan .
12.  Ringkas pelajaran yang didapat dalam berurusan dengan antarmuka.
13.  Tulis laporan evaluasi kinerja pada semua staf proyek.
14.  Berikan umpan balik tentang kinerja kepada semua staf proyek
15.  Lengkapi audit akhir.
16.  Tulis laporan akhir.
17.  Melakukan tinjauan proyek dengan manajemen atas.
18.  Deklarasikan proyek selesai.
Bentuk evaluasi proyek
1.    Seberapa dekat dengan jadwal penyelesaian proyek sebenarnya selesai?
2.    Apa yang kami pelajari tentang penjadwalan yang akan membantu kami dalam proyek berikutnya.?
3.    Seberapa dekat dengan anggaran adalah biaya proyek akhir?
4.    Apa yang kita pelajari tentang penganggaran yang akan membantu kami dalam proyek selanjutnya?
5.    Setelah selesai, lakukan proyek output memenuhi spesifikasi klien tanpa pekerjaan tambahan?
6.    Jika pekerjaan tambahan diperlukan, tolong jelaskan.?
7.    Apa yang kita pelajari tentang menulis spesifikasi yang akan membantu kita dalam proyek selanjutnya?
8.    Apa yang kita pelajari tentang staf yang membantu kami dalam proyek selanjutnya?
9.    Apa yang kami pelajari tentang memantau kinerja yang akan membantu kami dalam proyek berikutnya?
10.     Apa yang kami pelajari tentang mengambil tindakan korektif yang akan membantu kami dalam proyek teks kami?
11.     Kemajuan teknologi apa yang dibuat pada proyek ini?
12.     Alat dan teknik apa yang dikembangkan yang akan berguna pada proyek kami selanjutnya?
13.     Peristiwa apa yang kita miliki untuk penelitian dan pengembangan di masa depan?
14.     Pelajaran apa yang kita dapat dari hubungan kita dengan organisasi jasa dan vendor luar?
15.     Jika kita memiliki kesempatan untuk menyelesaikan proyek, apa yang akan kita lakukan secara berbeda?

TINJAUAN KEMAJUAN
Periksa Benar atau Salah dalam menanggapi setiap pernyataan berikut:
No
Benar
Salah
1
Pekerjaan manajer proyek berakhir dengan penyerahan hasil proyek kepada klien.
2
Kriteria kinerja harus disetujui oleh klien sebelum proyek berjalan.
3
Kriteria kinerja yang obyektif dan mudah diukur, dikembangkan.
4
Manual operasi penulisan dan pelatihan personil klien dalam operasi output proyek adalah bagian dari tahap penyelesaian
5
Biasanya tidak ada kelebihan peralatan, bahan, atau persediaan untuk dikhawatirkan pada akhir proyekPenugasan
6
kembali personil tim proyek adalah salah satu langkah terakhir dalam menutup proyek
7
Biasanya, penyelesaian oudit akhir dan penulisan sebuah laporan akhir menyimpulkan tanggung jawab manajer proyek
8
Setelah proyek selesai, sedikit yang bisa diperoleh dari menghabiskan waktu mengevaluasi pengalaman
9
Proyek sering kali membuat teknologi yang layak dibagikan dengan aprt lain dari organisasi
10
Jika tidak dicatat, pelajaran bisa dipetik selama suatu proyek biasanya hilang dan harus dipelajari kembali oleh manajer proyek masa depan

DAFTAR RUJUKAN
Haynes, M.E. 1996. Project Management. California: Crisp Publications, Inc.
Richard, N. 2006. Project Management Step By Step. New York: Pearson

TEORI BELAJAR MENURUT PANDANGAN BEHAVIORISTIK


TEORI BELAJAR MENURUT PANDANGAN BEHAVIORISTIK




MAKALAH




Disusun oleh

Agus Yanto (160131601701)


 







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
September  2016

PEMBAHASAN
                                                                                
A.    Pengertian Teori Belajar Behavioristik
Teori behavioristik adalah teori beraliran behaviorisme yang merupakan salah satu aliran psikologi. Teori belajar behavioristik ini dikenal dengan sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Misalnya, siswa belum dapat dikatakan berhasil dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial jika dia belum bisa/tidak mau melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti; kerja bakti, ronda dll.
Prinsip teori behavioristik yaitu mengutamakan unsur - unsur/ bagian-bagian kecil, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi/respon, dan  menekankan pentingnya latihan.

B.  Teori Belajar Behavioristik Menurut Para Ahli
1.    Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat di amati (observable) dan dapat di ukur. Jadi meskipun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu di perhitungkan karena tidak dapat diamati.
Watson adalah seorang behaviorist murni, karena kajianya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperti fisika atau biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. Hanya dengan asumsi seperti itulah – menurut Watson -  kita dapat meramalkan perubahan apa yang bakal terjadi pada siswa.
2.    Edwin Guthrie
Menurut Edwin, belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan hanya sekedar melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru.
Teori guthrie ini mengatakan bahwa hubungan stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karenanya dalam kegiatan belajar, peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stumulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa  hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
3.    Skinner
Teori belajar behavioristik ini telah lama dianut oleh para guru dan pendidik, namun dari semua pendukuung teori ini, teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar Behavioristik. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, pembelajaran berprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-fktor penguat  merupakan program-program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan oleh skinner.
Menurut skinner berdasarkan percobaanya terhadap tikus dan burung merpati, unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Maksudnya adalah penguatan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respond akan semakin kuat bila diberi penguatan (penguatan positif dan penguatan negatif).
Bentuk penguatan positif berupa hadiah, perilaku, atau penghargaan. Sedangkan bentuk penguatan negatif adalah antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan, atau menunjukkan perilaku tidak senang.
4.    Pavlov
Dalam pemikiranya Pavlov berasumsi bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan. Berangkat dari asumsi tersebut Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Namun demikian, dengan segala kelebihanya secara hakiki, manusia berbeda dengan binatang.
Pavlov mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. Sehingga keluar kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan, maka akan keluar air liur anjing tersebut. Kemudian dalam percobaan berikutya sebelum  makanan diperlihatkan, diperlihatkanlah sinar merah terlebih dahulu, kemudian baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan demikian di lakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula.
Makanan adalah rangsangan wajar, sedangkan merah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat (kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. Dari eksperimen tersebut, setelah pengkondisian atau pembiasaan, dapat di ketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat di gantikan oleh sinar merah sebagai stimulus yang dikondisikan (conditioned stimulus). Ketika sinar merah di nyalakan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon-nya. Pavlov berpendapat bahwa kelenjar-kelenjar yang lainpun dapat dilatih sebagaimana tersebut.
Apakah situasi ini bisa diterapkan pada manusia? Ternyata dalam kehidupan sehari-hari ada situasi yang sama pada anjing. Sebagai contoh, suara lagu dari penjual es creem Walls yang berkeliking dari rumah kerumah. Awalnya mingkin suara itu asing, tetapi setelah si penjual es creem sering lewat, maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.


C.  Langkah Umum Untuk Menerapkan Teori Behavioristik Dalam Proses Pembelajaran:
1.  Mengidentifikasi tujuan pembelajaran.
2.  Melakukan analisis pembelajaran
3.  Mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan awal pembelajar
4.  Menentukan indikator-indikator keberhasilan belajar.
5.  Mengembangkan bahan ajar (pokok bahasan, topik, dll)
6.  Mengembangkan  strategi  pembelajaran  (kegiatan,  metode,  media  dan waktu)
7.  Mengamati stimulus yang mungkin dapat diberikan (latihan, tugas, tes dan sejenisnya)
8.  Mengamati dan menganalisis respons pembelajar
9.  Memberikan penguatan (reinfrocement) baik posistif maupun negatif
10.  Merevisi kegiatan pembelajaran

D.  Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik
Kelebihan Teori Behavioristik: 
1.      Membisakan guru untuk bersikap jeli dan peka terhadap situasi dan kondisi belajar.
2.      Teori ini cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur kecepatan, spontanitas, dan daya tahan. 
3.      Teori behavioristik juga cocok diterapakan untuk anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru, dan suka dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung.
Kekurangan Teori Behavioristik: 
1.      Murid berperan sebagai pendengar dalam proses pembelajaran dan menghafalkan apa di dengar dan di pandang sebagai cara belajar yang efektif. 
2.      Murid dipandang pasif, perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan oleh guru.
3.      Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan dari guru dan mendengarkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif sehingga inisiatf siswa terhadap suatu permasalahan yang muncul secara temporer tidak bisa diselesaikan oleh siswa.
4.      Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher cenceredlearning) bersifat mekanistik dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur.

E.  Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran

Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar.

Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.

Demikian halnya dalam pembelajaran, pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.



F.   Implikasi Teori Belajar Behavioristik dalam Pembelajaran
Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi peserta didik untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya peserta didik kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.



DAFTAR PUSTAKA

Budiningsih, C., Asri , Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta,  2005.
Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Kamalfachri, “Teori Behavioristik”, dalam Website file:///H:/Teori behavioristik dan Permaslahan/Kamalfachri. Weblog.htm, data diakses pada tanggal 10 September 2016.
Mukminan, 1997.  Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: P3G IKIP


TEORI BELAJAR KOGNITIF

TEORI BELAJAR KOGNITIF
A.    Mengenal Teori Belajar Kognitif
Teori kognitif dikembangkan oleh Jean Piaget. Teorinya berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata (skema bagaimana seseorang memerepsikan lingkungannya) dalam tahapan perkembangan. Teori ini digolongkan ke dalam kontrusivisme, bukan teori nativisme. Teori kognitif berpendapat bahwa manusia membangun kemampuan kognitifnya melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan.
Menurut teori kognitif, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Belajar tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Asumsi dasarnya adalah setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Menurut teori ini, proses belajar akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.
Prinsip kognitif banyak dipakai di dunia pendidikan, prinsip-prinsip tersebut antara lain sebagai berikut:
1.      Seseorang yang belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu
2.      Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks.
3.      Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian (http://dian75.wordpress.com/2010/07/29/teori-behavioritisme-kognitif-dan-konstrusivisme-serta-implikasi-ketiga-teori-tersebut-dalam-pembelajaran/).
Menurut Suprijono (2009: 22), belajar dilihat dari perspektif kognitif merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral. Perilaku individu bukan semata-semata  respons terhadap yang ada, melainkan yang lebih penting karena dorongan mental yang diatur oleh otaknya.
Belajar adalah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat dan menggunaka pengetahuan. Belajar menurut teori kognitif adalah perseptual. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak.
Teori ini lebih menekankan kepada proses belajar daripada hasil belajar. Bagi yang menganut aliran kognitivistik, belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Menurut teori kognitivistik, ilmu pengetahuan dibangun melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak hanya berjalan terpatah-patah, tetapi melalui proses mengalir, bersambung, dan menyeluruh.
Penganut psikologi kognitif menyakini belajar dihasilkan dari proses mengorganisasi kembali perpsepsi dan membentuk keterhubungan antara pengalaman yang baru dialami seseorang dan apa yang sudah tersimpan dalam benaknya. Selain itu dalam psikologi kognitif, manusia melakukan pengamatan secara keseluruhan lebih dahulu, menganalisisnya, lalu mensintesiskannya kembali. Teroi kognitif menekankan belajar sebagai proses internal dan belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berfikir yang sangat kompleks. Konsep terpenting daam teori kognitif selain pengembangan kognitif adalah adaptasi intelektual oleh Jean Piaget. Discovery learning oleh Jerom Bruner, dan Reception Learning oleh Ausubel.

B.     Teori Belajar Menurut Beberapa Pakar
1.      Piaget
Menurut Piaget, proses belajar sebenarnya terjadi dari tiga tahapan, yaitu asimilasi, akomodasi, dan ekulibrasi (penyeimbang)
a.       Proses asimilasi adalah proses penyatuan informasi baru ke struktur kognitif yanng sudah ada dalam benak siswa
b.      Proses akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif k dalam situasi yang baru
c.       Proses ekulibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan sntara asimilasi dan akomodasi
Piaget berpendapat bahwa proses belajar harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif yang dilalui siswa. tahapan tersebut dibagi menjadi empat tahap, yaitu tahap sensori motor, tahap pra-operasional, tahap operasional konkret, dan tahap operasional formal
a.       Tahap Sensori Motor
(0-2 tahun), seorang anak belajar mengembangkan dan mengatur kegiatan fisik dan mental menjadi rangkaian perbuatan yang bermakana.
b.      Tahap Pra-operasional
(2-7 tahun), seorang anak masih ingat dipengaruhi hal khusus yanng didapat dari pengalaman menggunakan indra sehingga ia belum mampu utuk melihat dan menyimpulkan sesuatu secara konsisten.
c.       Tahap Operasional Konkret
(7-11 tahun), seorang anak dapat membuat kesimpulan dari sesuatu pada situasi nyata atau dengan menggunakan benda konkret, dan mampu mempertimbangkan dua aspek dari situasi nyata secara bersama-sama.
d.      Tahap Operasional Formal
(11 tahun ke atas), kegiatan kognitif tidak mesti menggunakan benda nyata. Pada tahap ini, kemampuan menalar secara abstrak menigkat sehingga seseoranng mampu berfikir secara deduktif. Pada tahap ini pula, seseorang mampu mepertimbangkan aspek dari situasi secara bersama-sama.
Piaget juga berpendapat bahwa perkembangan kognitif seorang siswa adalah melalui suatu proses asimilasi dan akomodasi. Dalam pikiran seseorang, sudah terdapat struktur kognitif yang disebut skema. Setiap orang selalu berusaha mencari suatu keseimbangan, kesesuaian antara apa yang harus dialami dan apa yang ada pada struktur kognitifnya. Jika pengalaman barunya cocok dengan yang tersimpan ada kerangka kognitifnya, proses asimilasi dapat terjadi dengan mudah, dan keseimbangan tidak terganggu. Jika apa yang tersimpan tidak cocok dengan pengalaman barunya, ketidakseimbangan akan terjadi, dan anak akan berusaha menyeimbangkan lagi. Dengan demikian diperlukan akomodasi. Dapat disimpulkan asimilasi adalah suatu proses tempat informasi yang baru menyatukan diri ke dalam kerangka kognitif yan ada, sedangkan akomodasi adalah suatu proses perubahan atau pegembangan kerangka kognitif yang ada agar sesuai dengan pengalaman baru yang dialamainya. Perubahan pada struktur kognitif akan terus terjadi sampai terjadi keseimbangan. Proses asimilasi dan akomodasi ini sering juga disebut dengan proses adaptasi.
Piaget juga mengemukakan selain disebabkan proses asimilasi dan akomodasi, perkembangan kognitif seorang anak juga dipengaruhi kematangan dari otak sistem saraf anak, interaksi anak dengan objek di sekitarnya, kegiatan mental anak dalam meghubungkan pengalamannya kerangka kognitif, kegiatan mental anak dalam menghubungkan pengalamannya dengan kerangka kognitifnya, dan interaksi anak dengan orang disekitar.
Berdasarkan hal yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif, para pengikut Piaget menyatakan pentingnya kegiatan dalam proses belajar. Mereka meyakini pengalaman belajar aktif cenderung meningkatkan perkembangan kognitif, sedangkan pengalaman belajar pasif cenderung mempunyai akibat yang lebih sedikit dalam mningkatkan perkembangan kognitif anak.
2.      Bruner
Bruner mengusulkan teorinya yang disebut Free Sicovery Learning . menurut teori ini, proses belajar berjalan dengan baik jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan aturan melalui contoh yang menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya. Siswa dibimbing secara induktif untuk memahami suatu kebenaran umum. Lawan pendekatan ini disebut “belajar ekspositori” (belajar dengan cara menjelaskan). Dalam hal ini, siswa diberi informasi umum untuk diminta menjelaskan informasi melalui contoh khusus dan konkret.
Selain itu, Bruner mengemukakan perlu teori pembelajaran yang menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas. menurut pandangan Bruner, teori belajar bersifat deskriptif, sedangkan teori pembelajaran bersifat prespektif. Menurut Bruner, perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan, yakni sebagai berikut.
a.       Tahap enaktif
Seseorang melakukan aktivitas untuk memahami lingkungan sekitarnya, suatu tahap pembelajaran ketika materi pembelajaran yang bersifat abstrak dipelajari siswa dengan menggunakan benda-benda konkret. Dengan demikian, topik pembelajaran tersbut direpresentasikan atau diwujudkan dalam bentuk benda-benda nyata.
b.      Tahap Ikonik
Suatu tahap pembelajaran ketika materi pembelajaran bersifat abstrak dipelajari siswa dengan menggunakan ikon, gambar, yang menggambarkan kegiatan nyata dengan benda konkret. Memahami dunia sekitar anak belajar melalui bentuk perumpamaan dan perbandingan
c.       Tahap Simbolik
Seseorang telah mampu memiliki ide abstrak yang sangat dipengaruhi kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Cara yanng baik untuk belajar adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.
3.      David P.Ausubel
Pernahkah anda mendapati seorang anak SD yang mampu berteriak-teriak “Ini Budi, Ini Ibu Budi”, tetapi ia tidak tahu mana yang suku kata “bu” dan mana suku kata “di”. Cara belajar dengan membeo seperti yang telah dilakukan siswa SD disebut dengan belajar hafalan (rote learning) oleh Ausubel sebagaimana pernyataannya yang dikutip Bell (1978: 132) berikut: “.... if the learn’s intention is to memorise is verbatim as a series of arbitrarily related word, both the learning process and the learning outcome must necessarily be rote and meaningless.” Jika seseorang berkeinginan mempelajari sesuatu tanpa mengaitkan hal yang satu dengan hal yang lain yang sudah diketahuinya, maka naik proses maupun hasil pembelajarannya dapat dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna sama sekali baginya.
Kelemahan belajar hafalan adalah seseorang kemungkinan besar tidak dapat menjawab soal baru lainnya , karena seperti materi matematika bukanlah pengetahuan yang terpisah-pisah, namun merupakan suatu pengetahuan yang utuh dan saling berkaitan. Setiap siswa harus menguasai beberapa konsep dan keterampilan terlebih dahulu. Setelah itu siswa harus mengaitkan antara pengetahuan yang baru dan pengetahuan yang sudah dipunyainya agar terjadi suatu proses pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Jelaslah bahwa pengetahuan yang sudah dimiliki siswa akan sangat menentukan proses pembelajaran. Belajar hafalan (rote learning) akan terjadi jika para siswa tidak mampu mengaitkan pengetahuan yang baru dengan yang lama. Tugas gurulah untuk memberi kemudahan siswanya sehingga mereka dapat dengan mudah mengaitkan pengetahuan barunya dengan yang sudah ada di dalam pikirannya.

C.     Aplikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran
Aplikasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.      Guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berifikirnya
2.      Guru menyusun materi dengan menggunakan pola tertentu dari sederhana ke kompleks
3.      Guru menciptakan pembelajaran yang bermakna
4.      Guru memerhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.
Piaget menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan, yaitu sebagai berikut.
1.      Memusatkan perhatian kepada cara berfikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya
2.      Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar.
3.      Memaklumi akan adanya perbedaan individu dalam hal kemajua perkembangan.
4.      Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi.

D.    Kelebihan dan kekurangan Teori Belajar Kognitivistik
a.       Kelebihan
-          Menjadikan siswa lebh kreatif dan mandiri
-          Membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah
b.      Kekurangan
-          Teori tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan
-          Sulit dipraktikan, khususnya ditingkat lanjut
-          Beberapa prinsip , seperti inteligensi , sulit dipahami dan pemahamannya belum tuntas